<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>infomakan.com &#187; Pecel</title>
	<atom:link href="http://www.infomakan.com/tag/Pecel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infomakan.com</link>
	<description>Kepuasan berburu makanan yang pas dilidah menciptakan kepuasan tersendiri</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 01:01:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Nasi Pecel Mbok Sadur, Semarang</title>
		<link>http://www.infomakan.com/tempat-makan/nasi-pecel-mbok-sadur-semarang</link>
		<comments>http://www.infomakan.com/tempat-makan/nasi-pecel-mbok-sadur-semarang#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 01:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Plux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Pecel]]></category>
		<category><![CDATA[Pecel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infomakan.com/?p=2651</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda ke kota Semarang, rasanya belum lengkap jika tidak melewati Simpang Lima, satu kawasan yang menjadi icon kota Semarang. Deretan hotel pun menyebar di kawasan prestisius ini. Demikian pula dengan pusat hiburan atau mall yang kian hari kian menyeruak diantara bangunan yang ada. Sebagai kawasan yang dibanggakan, tentunya area ini juga tak luput dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Jika anda ke kota Semarang, rasanya belum lengkap jika tidak melewati Simpang Lima, satu kawasan yang menjadi icon kota Semarang. Deretan hotel pun menyebar di kawasan prestisius ini. Demikian pula dengan pusat hiburan atau mall yang kian hari kian menyeruak diantara bangunan yang ada.</p>
<p>Sebagai kawasan yang dibanggakan, tentunya area ini juga tak luput dari perhatian Pemda setempat. Upaya untuk menata kawasan ini terus dilakukan, salah satunya adalah menyatukan para pedagang kaki lima dalam satu sudutnya, sehingga jadilah usat kuliner kota Semarang.</p>
<p><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2012/05/IMG_0414.jpg" rel="lightbox[2651]" title="IMG_0414"><img class="aligncenter size-full wp-image-2654" title="IMG_0414" src="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2012/05/IMG_0414.jpg" alt="" width="518" height="387" /></a><br />
Menempati ruang paling ujung depan, Pecel Mbok Sadur semakin tenar dengan menu andalannya, apalagi kalau bukan Nasi Pecel (namanya aja Pecel Mbok Sadur, hehehe). Sewaktu kunjunganku beberapa saat yang lalu, antrian panjang dari dua sisi, kiri dan kanan. Tak ayal, untuk menikmati sepincuk nasi pecel ini dibutuhkan kesabaran mengantri. Kalau bukan karena penasaran seperti apa sih rasa dari nasi pecel ini, mungkin aku akan berpindah ke jajanan lainnya. Tapi di dorong dengan tekad kuat membaja (lebay&#8230;) jadilah aku masuk ke dalam antrian, berbaris seperti anak TK yang menungu giliran bersalaman dengan bu guru.</p>
<p><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2012/05/IMG_0419.jpg" rel="lightbox[2651]" title="IMG_0419"><img class="aligncenter size-full wp-image-2652" title="IMG_0419" src="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2012/05/IMG_0419.jpg" alt="" width="518" height="387" /></a></p>
<p><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2012/05/IMG_0420.jpg" rel="lightbox[2651]" title="IMG_0420"><img class="aligncenter size-full wp-image-2653" title="IMG_0420" src="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2012/05/IMG_0420.jpg" alt="" width="518" height="387" /></a><br />
Nah, inilah pecel Mbok Sadur yang aku nikmati setelah kurang lebih 20 menit mengantri. Potongan tempe dan lauk pendamping lainnya ikut disiram dengan bumbu pecel. Pilihan lauk bervariasi, dari bakwan goreng, tempe, aneka jerohan sampai dengan sate keong juga bisa di dapatkan disini. Setelah duduk dengan manis, satu pincuk nasi pecel made in Mbok Sadur habis tak bersisa meluncur mulus melewati kerongkongan yang dengan rela membiarkannya masuk. Bagaimana rasanya? Uenakkkkk Tenan.</p>
<p>Pecel Mbok Sadur, Simpang Lima, Semarang</p>
<p>Sampai jumpa di petualangan lidah berikutnya.</p>
<p>Regards, Plux</p>
<div class="shr-publisher-2651"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infomakan.com/tempat-makan/nasi-pecel-mbok-sadur-semarang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasi Pecel Madiun – Pecel Stasiun, Sinpasa</title>
		<link>http://www.infomakan.com/tempat-makan/pecel-stasiun-akrobat-lidah-di-langit-ke-tujuh</link>
		<comments>http://www.infomakan.com/tempat-makan/pecel-stasiun-akrobat-lidah-di-langit-ke-tujuh#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 16:38:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Plux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pecel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infomakan.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari ajakan teman untuk ke pasar Sinpasa di kawasan Gading Serpong akhirnya aku ketagihan makan di salah satu tempat makan yang ada di sana. Bukan masakan yang aneh – aneh tapi makanan yang aku gandrungi disana adalah nasi pecel. Ya, nasi pecel disini bisa membuat aku rela menyetir berkilo – kilo meter jauhnya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90841.jpg" rel="lightbox[356]" title="img_90841"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-359" title="img_90841" src="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90841-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bermula dari ajakan teman untuk ke pasar Sinpasa di kawasan Gading Serpong akhirnya aku ketagihan makan di salah satu tempat makan yang ada di sana. Bukan masakan yang aneh – aneh tapi makanan yang aku gandrungi disana adalah nasi pecel. Ya, nasi pecel disini bisa membuat aku rela menyetir berkilo – kilo meter jauhnya dan menjelajah pasar Sinpasa. Ditambah banyak objek yang bisa dijadikan sasaran kamera, tempat ini menjadi berkesan bagiku.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p><span lang="SV">Bentuk dan rupanya dengan nasi pecel yang lain, yang membedakannya adalah bumbu yang rasanya benar benar bisa bikin lidah berakrobat. Bumbunya berwarna kemerahan, tidak seperti pecel pada ummnya yang bumbunya berwarna agak kecoklatan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90881.jpg" rel="lightbox[356]" title="img_90881"><img class="aligncenter size-medium wp-image-360" title="img_90881" src="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90881-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><span id="more-356"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Nama tempat makan ini adalah Pecel Stasiun, entah mengapa bernama stasiun. Mungkin di tempat asalnya di Madiun sana dekat dengan stasiun, mungkin saja. Atau jangan – jangan pemiliknya dulu sewaktu anak – anak suka bermain di stasiun? Hihihi Ah, masa bodoh yang jelas rasa dari pecel Madiun ini berperan mensukseskan petualangan lidahku yang akhir – akhir ini minta dimanjakan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90981.jpg" rel="lightbox[356]" title="img_90981"><img class="aligncenter size-medium wp-image-357" title="img_90981" src="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90981-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><span lang="SV">Dari obrolan dengan pemiliknya, usaha berjualan nasi pecel dimulai dari keisengan sang kakak yang akhirnya membuat ibu penjual nasi pecel ini keterusan. Apalagi dengan banyaknya penggemar nasi pecelnya. Yang jelas alasan teman yang dulu mengajakku kesana karena dia tau aku suka menyantap nasi pecel dan menurut dia aku bakalan ketagihan dan ternyata benar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pelanggan <strong>nasi pecel Madiun</strong> ini beragam mulai dari anak muda sampai dengan kakek – kakek. Dan tingkat kepedasan pun beragam dari tidak pedas sampai dengan yang pedas sekalipun tersedia disini. Untuk mempersingkat waktu pelayanan, penjualnya sudah mengemas bumbu pecel dalam plastik sehingga mudah jika ada pesanan untuk dibawa pulang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90801.jpg" rel="lightbox[356]" title="img_90801"><img class="aligncenter size-medium wp-image-358" title="img_90801" src="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90801-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><span lang="SV"><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90801.jpg">Nasi pecel ini terdiri dari sayuran dan oseng tempe yang dihidangkan bersama krupuk gendar dan tentu saja rempeyek. Jika suka bisa menambah empal dan bakwan. Sayuran nya juga beragam dari daun pepaya sampai dengan kecambah.</a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90801.jpg"> </a></span><a href="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90841.jpg" rel="lightbox[356]" title="img_90841"><img class="aligncenter size-full wp-image-359" title="img_90841" src="http://www.infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_90841.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p><span lang="SV">Jika anda penggemar <strong>nasi pecel Madiun</strong>, sudah selayaknya jika nasi pecel ini dicoba. Rasanya? Acara nambah porsi pun sudah lumrah disini. Hmmmm serasa lidah berakrobat naik ke langit ke tujuh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sampai jumpa di petualangan lidah berikutnya</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Regards, Plux</p>
<div class="shr-publisher-356"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infomakan.com/tempat-makan/pecel-stasiun-akrobat-lidah-di-langit-ke-tujuh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nostalgia Pecel mbah Wito</title>
		<link>http://www.infomakan.com/tempat-makan/nostalgia-pecel-mbah-wito</link>
		<comments>http://www.infomakan.com/tempat-makan/nostalgia-pecel-mbah-wito#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 08:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Plux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Pecel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infomakan.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Namanya mbah Wito berasal dari desa Manis Renggo. Sehari hari dia berjualan nasi pecel di seputaran candi Prambanan. Bermodalkan tikar dan ’rinjing’ mbah Wito pun menggelar dagangannya di atas tikarnya. Penikmat dagangannya pun harus rela ’nglempoh’ alias duduk diatas tikar untuk menikmati hidangannya. Ketika aku berkunjung ke candi Prambanan, aku sempat mencicipi dagangan mbah Wito, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="PT-BR">Namanya mbah Wito berasal dari desa Manis Renggo. </span><span lang="SV">Sehari hari dia berjualan nasi pecel di seputaran candi Prambanan. Bermodalkan tikar dan ’rinjing’ mbah Wito pun menggelar dagangannya di atas tikarnya. Penikmat dagangannya pun harus rela ’nglempoh’ alias duduk diatas tikar untuk menikmati hidangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_47831.jpg" rel="lightbox[49]" title="img_47831"><img class="alignleft size-medium wp-image-50" title="img_47831" src="http://infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_47831-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span lang="SV">Ketika aku berkunjung ke candi Prambanan, aku sempat mencicipi dagangan mbah Wito, yaitu nasi pecel. </span><span lang="PT-BR">Bukan nasi pecel biasa tapi nasi pecel bersuasana plus nostalgia. Aku sebut bersuasana karena memang suasana alam begitu mempesona, semilir angin dan juga berlatar belakang candi Prambanan. </span></p>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="PT-BR">Disebut bernostalgia karena mbah Wito bercerita tentang masa lalunya yang sempat tinggal dan mencari nafkah di Jakarta, tepatnya di seputaran Benhil. Selama hidup di Jakarta, mbah Wito berjualan sayur keliling. Tak disebutkan pakai gerobak atau pakai ‘rinjing’, yang jelas penjaja sayuran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Dan suatu ketika datanglah 2 orang pemuda menikmati nasi pecel dagangannya. Tak di sangka pengunjungnya kali ini adalah anak dari pelanggannya dahulu sewaktu mbah Wito menjadi penjaja sayuran di Jakarta. Sambil bercerita raut mukanya kelihatan senang sekali mengenang pertemuan itu. Apalagi setelah selesai menikmati makanannya pemuda tersebut meninggalkan uang jajan buatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_47601.jpg" rel="lightbox[49]" title="img_47601"><img class="alignright size-medium wp-image-51" title="img_47601" src="http://infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_47601-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span lang="SV">Sewaktu aku sedang asyik memotret datanglah sepasang suami istri ikut menikmati dagangan si mbah. Dan si suami tiba tiba nyeletuk, ”mbah, kalau ada <em>bule</em> mau motret, minta aja bayaran”. Gubrak, aku tertegun sejenak. Apa si bapak ini menyindir ? Aku berusaha cuek dan melanjutkan memotret si mbah yang memang tidak keberatan untuk di potret. Si bapak pun dengan santainya masih berkomentar tentang kesukaan <em>bule</em> untuk memotret aktivitas seperti yang mbah Wito lakukan. Ah bodo amat, lagian aku kan bukan <em>bule</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span lang="SV">Jujur aja aku tertegun dengan kata kata bapak tadi, bukannya marah, jengkel atau sejenisnya tapi terlebih prihatin. Kenapa orang yang selugu mbah Wito kok ya diracuni dengan pemikiran seperti itu. Apakah nilai &#8211; nilai kesederhanaan dan keramahan yang dulu diagung &#8211; agungkan oleh nenek moyang kita sudah mulai luntur? Mudah – mudahan ini hanya pemikiran dari satu orang saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><a href="http://infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_47683.jpg" rel="lightbox[49]" title="img_47683"><img class="alignleft size-medium wp-image-52" title="img_47683" src="http://infomakan.com/wp-content/uploads/2008/10/img_47683-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} --></p>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span lang="SV">Duh mbah, semoga panjenengan tidak terpengaruh dengan kata &#8211; kata bapak tadi ya, semoga panjenengan di berikan <em>seger kuwarasain&#8230;</em> Semoga mbah tetap menjadi mbah Wito yang ramah tamah kepada semua tamu yang datang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><em><span lang="SV">Catatan: </span></em><span lang="SV">Terlepas dari sekarang masih ada atau tidak, beberapa saat yang lalu nasi / lontong pecel ’ala mbah Wito’ ada di Ragunan, tepatnya di lahan parkir seberang petani bunga, tidak begitu jauh dari pintu masuk bonbin. </span><span lang="PT-BR">Sempat pula ada di seputaran lapangan Soemantri Brodjonegoro, pasar Festival. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;">
<div class="shr-publisher-49"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infomakan.com/tempat-makan/nostalgia-pecel-mbah-wito/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

