Viilevent Photography

Kampung Daun, Where Culture and Taste Meet

Perjalanan wisata kuliner kali ini sampailah di Bandung, bumi parahyangan yang terkenal dengan wisata alamnya yang indah, udara sejuk, factory outlet dan tentu saja yang tak boleh dilupakan adalah wisata kulinernya yang nikmat. Dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Bandung, sudah terbayang kelezatan masakan Sunda yang akan membuat lidah bergoyang, tak sabar rasanya ingin segera mencicipi masakan Sunda sambil duduk lesehan di saung, menikmati hembusan angin yang bertiup sepoi-sepoi.


Kampung Daun, adalah rumah makan dengan konsep alam pedesaan yang bukan saja terkenal bagi penduduk Bandung dan warga yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi sering pula dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan pada saat kunjunganku ke sini, tampak beberapa tamu dari mancanegara sedang asyik menyantap makanan di sebuah saung.

Lokasinya berada di sebuah lembah yang diapit oleh dua tebing batu alami dengan sebuah sungai yang mengalir dari gunung Burangrang, berada di kawasan obyek wisata Cihideung, sebelah utara dari Bandung. Lokasinya terletak 4,7 km dari jalan Sersan Bajuri, berada di pertigaan Terminal Ledeng, arah menuju Lembang.

Pada dahulu kala tempat ini dipenuhi oleh daun-daun labu siam, yang menariknya  labu siam, semakin rimbun semakin merunduk, dengan konsep ini Kampung Daun merupakan perkampungan yang sederhana yang terbentuk dari saung-saung serta penuh kebersahajaan, dan daun labu siam pun menjadi lambang rumah makan ini.

Jika kita berkunjung ke Kampung Daun, pada saat liburan sekolah dan akhir tahun,  kita dapat menikmati suasana pasar tradisional yang menjual aneka pernak-pernik tradisional dan dapat menikmati aneka jajanan seperti tahu gejrot, rujak tumbuk, gulali, kue pancong, batagor lengkap dengan gerobak dan pikulannya serta jajanan lainnya.

Ketika malam menjelang, obor-obor akan dinyalakan, membuat suasana makan malam bertambah romantis sambil menikmati keindahan malam yang bertaburan bintang, apalagi saat bulan purnama, semilir angin malam akan menambah kenikmatan bersantap malam.

Sambil menunggu pesanan makanan datang, semangkuk sekoteng  berisi kacang tanah, kacang hijau, merah delima dan roti tawar dengan kuah wedang ronde, terasa begitu hangat dan nikmat mengalir di kerongkongan ini.

Nasi Tutug Oncom adalah salah satu masakan yang terkenal di Bandung, nasi yang pulen dipadu dengan oncom yang dibakar agak kering dengan bumbu bawang merah dan bawang putih serta kencur dan cabai merah yang dihaluskan kemudian disangrai tanpa minyak, dengan lauk berupa ayam goreng, sayuran urap, krupuk dan tentu saja sambal terasi yang pedas-pedas nikmat.

Salah satu makanan favoritku adalah Nasi Pepes Daun Kemangi, nasinya begitu pulen dan harum dipadu dengan tahu dan tempe dan daun kemangi, dengan ikan teri, krupuk dan sambal. Udara yang sejuk dan nikmatnya Nasi Pepes Daun Kemangi ini, membuatku tak sungkan-sungkan untuk menambah setengah porsi nasi pepes.

Rasanya ada yang kurang jika menikmati masakan Sunda, tanpa mencicipi Nasi Timbel Komplit, nasi pulen yang hangat dibungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut, ayam goreng, tahu tempe, sayur asem. Ayam gorengnya terasa empuk dan bumbunya menyerap pada dagingnya, apalagi dicocol dengan sambal terasi, bisa-bisa lupa pada teman yang duduk di sebelah kita, hehe..

Duduk lesehan di saung, udara yang sejuk, hembusan angin sepoi-sepoi, suara gemericik air, hijaunya pepohonan, dan  hangatnya secangkir teh poci membuatku merasa enggan untuk beranjak dari saung.

Ke Kampung Daun, aku akan kembali…

Kampung Daun, Culture Gallery & Café
Jl. Sersan Bajuri Km 4,7 Triniti Villas Bandung 40154
Phone (022) 2787915

Salam nyam nyam,
Ariana

Related Posts:

Filed Under: BandungHeadlineTempat Makan

Tags:

RSSComments (11)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. tasia says:

    mau donk di trakttir disini, hahaahaa

  2. Plux says:

    Nah tempatnya emang asyik Tasia, kapan-2 liburan sama keluarga disini saja, hmm tempatnya emang unik

  3. tasia says:

    aku belum sampe sini neh, kata temen mahal ? apa bener ya?

  4. dedushka says:

    saya pernah kesini bersama calon dr turki thn2009,dan dia seneng bangeedd dgn kampung daun ini….sempet nyobain sambel nya juga,5 menit setelah makan langsung pamit ke toilet heehhehe

  5. Ariana says:

    Dedushka, sambalnya memang pedas tetapi bikin ketagihan, suasananya enak, banyak juga tamu mancanegara yang makan di sini, kalau sedang berwisata di Bandung, thanks ya.

  6. Ariana says:

    Tasia, iya boleh mampir ke sini, kalau sedang berwisata di Bandung, harganya reasonable.

  7. Ariana says:

    Mas Plux, harganya jauh lebih murah daripada makan di hotel, thanks ya :)

  8. Nitz says:

    taun kemarin abiz dr zne ..
    t4 nya enaq bngt bwt zantai ..
    n’ baguz bwt foto” ..
    jdi pingin k zna lgi ..

  9. Marlyn says:

    Nice place, but the service is slowly

Leave a Reply