Viilevent Photography

Kedai Timbel Dago, Sensasi Rasanya, Hmmm…

Rumah makan ini berada di antara deretan factory outlet yang menjamur di kota Bandung. Pada awalnya rumah makan ini merupakan sebuah rumah tinggal, dengan halaman yang cukup luas. Suasana rumah makan ini nyaman dan bersih, dan para tamu akan dilayani langsung oleh sepasang suami istri yang ramah, yang merupakan pemilik rumah makan ini.

Setiap kali liburan ke Bandung, aku selalu menyempatkan diri untuk menyantap nasi timbel yang khas di  rumah makan ini. Bahkan tidak jarang dalam kunjungan beberapa hari di Bandung, aku menikmati nasi timbel ini beberapa kali juga, karena sensasi rasa nasi timbel ini membuat lidah bergoyang dan bikin ketagihan.

Sambil menunggu pesananku berupa nasi timbel komplit datang,  aku sempat mengobrol dengan pemilik rumah makan ini. Keberadaan rumah makan ini telah setia melayani para penggemar nasi timbel lebih dari 12 tahun. Wah.. cukup lama juga ya, dan pelanggannya juga tidak hanya warga Bandung, tetapi juga pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya.

Nasi Timbel adalah salah satu makanan khas kota parahyangan, yang cukup digemari dan mendapat tempat bagi lidah pencinta kuliner.  Makanan ini sangat mudah ditemui di penjuru kota Bandung dan sekitarnya, tetapi untuk rasa, nasi timbel di rumah makan ini, selalu menempati urutan nomor satu di lidahku.

Nasi timbel komplit, berupa nasi pulen nan hangat, dibungkus dengan daun pisang, dengan lauk berupa gepuk atau empal, ikan asin jambal, tahu dan tempe goreng, ditambah dengan lalapan serta labu muda yang direbus setengah matang dan sambal terasi.

Gepuk yang ditaburi dengan renyahnya bawang goreng, bumbunya yang  gurih dan nikmat  dan sensasi rasa manis menyerap pada dagingnya. Biasanya aku menikmati gepuk ini, dengan cara disuwir-suwir kemudian dicocol dengan sambal terasi, dipadu dengan hangatnya nasi timbel yang hangat, sensasi rasanya, hmmm… nikmat dan tak terlupakan.

Kangen akan nikmatnya nasi timbel ini, merupakan salah satu alasanku untuk berlibur ke Bandung Ternyata makanan juga bisa bikin kangen juga ya, hehe…

Ayam gorengnya sangat nikmat, renyah di bagian luar dan empuk di bagian dalamnya, bumbunya meresap pada dagingnya.  Ditambah dengan bumbu kremes, yang gurih dengan sedikit rasa asin, nikmatnya disantap dengan nasi timbel yang hangat dan pulen.

Sayur asem yang terdiri jagung, melinjo, labu, kacang panjang, serta kacang tanah menambah kenikmatan makan siang. Rasanya pas sekali di lidahku, mirip dengan masakan mama di rumah.

Bagi penggemar pete, jangan lupa untuk memesan pete baik dibakar maupun digoreng, sama nikmatnya, hmm…  pete bakar dicocol dengan sambal terasi.

Sesuai dengan nama rumah makan ini, nasi timbel komplit merupakan yang paling digemari. Hampir semua pengunjung akan memesan nasi timbel.

Makanan lainnya yang dapat dinikmati adalah nasi bogana, soto ayam, bakso campur dan aneka cemilan seperti emping, usus goreng, kripik oncom, dan rempeyek kacang.

Kita dapat menikmati kesegaran minuman seperti es kelapa muda, es cincau hijau dan hitam, aneka yoghurt rasa buah-buahan yang segar.

Rumah makan ini buka dari pukul 10.00  hingga pukul 16.00, dan selalu dipadati oleh pengunjung pada saat makan siang. Sebaiknya mengunjungi rumah makan ini lebih awal dari jam makan siang, agar kebagian tempat.

Sensasi rasa nasi timbel komplit dengan gepuk dan ayam goreng dengan sambel terasi yang khas, membuat lidah bergoyang dan bikin ketagihan.

Kesegaran es cincau hijau yang konon dapat mencegah panas dalam, menuntaskan wisata kuliner kali ini..

Ah… kapan ya ke Bandung lagi, andai rumah makan ini buka cabang di Jakarta.

Kedai Timbel Dago, Jl. Ir. H. Juanda 117, Bandung
Phone (022) 2502004

Regards,
Ariana

Related Posts:

Filed Under: BandungFeaturedTempat Makan

Tags:

RSSComments (8)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. Plux says:

    Ar, kok aku jadi ngiler ya hahahaha

  2. Plux says:

    Thanks for the article

  3. dewi says:

    aku jg ngiler neh…

  4. sitti Hafsah Al-Afghani says:

    Nyam nyam nyam … kelihatannya ni’mat. Di Bandung Barat tempat makan yang murah tapi nggak kalah ni’matnya di mana ya?

  5. Ferri says:

    ” A’ kalau bisa sekalian dikasi tau harganya, oke? ”

Leave a Reply