From Bangkok with Food
July 22, 2009 – 5:30 am | 7 Comments

Kali ini petualangan lidah sampai pada masakan Thailand yang terkenal dengan pedas dan kecut. Di pusat kota Bangkok, gampang sekali di jumpai rumah makan yang menawarkan aneka hidangan khas Thai, tapi di beberapa tempat yang …

Read the full story »
Resep Dapur

Koleksi resep masakan dan kue yang bisa di praktekkan di dapur anda

Tempat Belanja

Informasi tentang tempat belanja yang mungkin bisa dijadikan pilihan

Tempat Makan

Informasi tentang tempat makan dari yang sederhana sampai dengan bintang lima

Jakarta

Informasi tentang tempat makan di Jakarta

Tempat Nongkrong

Tempat nongkrong yang mungkin bisa di jadikan referensi

Home » Jakarta, Tempat Makan

Ta Huang, oriental food

Submitted by Plux on Monday, 10 November 20082 Comments

Namanya cukup singkat Ta Huang, bertempat di ITC Permata Hijau, diantara deretan rumah makan yang berada di bagian depan. Restoran ini membedakan lantai antara perokok dan bukan perokok, jika menginginkan untuk merokok langsung naik aja ke lantai dua.

Dari namanya sudah pasti ketahuan jenis masakan apa yang disajikan, ya chinise food yang menjadi sajian petualangan lidah kali ini. Dari daftar menu akhirnya terpilihlan sederet makanan yang menjadi santapan kita kali ini.

Sayur pokcai dihidangkan dalam tatanan yang rapi, dimana dipisahkan antara bagian daun dan bagian batang. Dilumuri dengan kuah kental khas Chinese food, rasa dari sayuran ini enak, renyah dan juga berasa bawang putihnya. Hmmm sedap…

Oyster yang di goreng dengan telor menjadi pilihan favorit ku. Disetiap resto yang menawarkan menu ini biasanya aku masukkan dalam daftar pesanan. Dan untuk pesanan kali ini aku memilih untuk di goreng kering, hmmm rasanya mantap.

Perlahan tapi pasti, sepotong demi sepotong, hidangan ini ludes tanpa sisa sedikitpun termasuk seledri yang menjadi penghiasnya. Biasanya untuk oyster kadang ada yang gorengnya tidak sampai kering sekali seperti pada beberapa restoran. Jika anda menyantap hidangan ini coba sekali – kali minta untuk di goreng kering dan rasanya gurih.

Lain oyster lain pula kerapu macan yang dihidangkan paling akhir. Ya, kerapu macan lagi lagi digoreng kering. Kerapu yang dibalut tepung dan di sajikan dengan saus encer ini rasanya tak kalah mantap nya dengan kerapu tim. Menurut pramusaji yang disana, biasanya favorit pengunjung adalah kerapu tim, tetapi karena beberapa kali aku makan disini selalu kerapu tim yang jadi pilihan, kali ini ingin pesan yang berbeda dan rasanya tetap mantap.

Dan tak terasa sepotong demi sepotong kerapu ini tinggal menyisakan bagian kepala dan sayuran yang dijadikan aksesorisnya.

Untuk hidangan penutup, cobalah pudding coklat dan kue lingkao. Biasanya kuelingkao disajikan utuh tetapi disini sudah dipotong – potong seperti cincau hitam. walaupun rasa pahit yang menjadi ciri khas hidangan ini tidak terasa penyajiannya tetap dihidangkan bersama dengan secangkir madu sebagai sirup nya.

Sampai jumpa di petualangan lidah berikutnya

Regards, Plux

2 Comments »

  • sukabridge said:

    jahat i kok gak ngajak2..ayo ham kita todong si mas hehehhe buat traktir kita

  • Jethro said:

    Plux, Great Article !!

    Kok gw kaga di ceritain diartikel ini sebagai temen yang ikut menemanin makan siang di Ta Huang :)

    Teman-teman boleh coba tuh makanan di restoran Ta Huang, tapi jangan lupa ajak gw ya hehe…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.