Viilevent Photography

Ta Huang, oriental food

Namanya cukup singkat Ta Huang, bertempat di ITC Permata Hijau, diantara deretan rumah makan yang berada di bagian depan. Restoran ini membedakan lantai antara perokok dan bukan perokok, jika menginginkan untuk merokok langsung naik aja ke lantai dua.

Dari namanya sudah pasti ketahuan jenis masakan apa yang disajikan, ya chinise food yang menjadi sajian petualangan lidah kali ini. Dari daftar menu akhirnya terpilihlan sederet makanan yang menjadi santapan kita kali ini.

Sayur pokcai dihidangkan dalam tatanan yang rapi, dimana dipisahkan antara bagian daun dan bagian batang. Dilumuri dengan kuah kental khas Chinese food, rasa dari sayuran ini enak, renyah dan juga berasa bawang putihnya. Hmmm sedap…

Oyster yang di goreng dengan telor menjadi pilihan favorit ku. Disetiap resto yang menawarkan menu ini biasanya aku masukkan dalam daftar pesanan. Dan untuk pesanan kali ini aku memilih untuk di goreng kering, hmmm rasanya mantap.

Perlahan tapi pasti, sepotong demi sepotong, hidangan ini ludes tanpa sisa sedikitpun termasuk seledri yang menjadi penghiasnya. Biasanya untuk oyster kadang ada yang gorengnya tidak sampai kering sekali seperti pada beberapa restoran. Jika anda menyantap hidangan ini coba sekali – kali minta untuk di goreng kering dan rasanya gurih.

Lain oyster lain pula kerapu macan yang dihidangkan paling akhir. Ya, kerapu macan lagi lagi digoreng kering. Kerapu yang dibalut tepung dan di sajikan dengan saus encer ini rasanya tak kalah mantap nya dengan kerapu tim. Menurut pramusaji yang disana, biasanya favorit pengunjung adalah kerapu tim, tetapi karena beberapa kali aku makan disini selalu kerapu tim yang jadi pilihan, kali ini ingin pesan yang berbeda dan rasanya tetap mantap.

Dan tak terasa sepotong demi sepotong kerapu ini tinggal menyisakan bagian kepala dan sayuran yang dijadikan aksesorisnya.

Untuk hidangan penutup, cobalah pudding coklat dan kue lingkao. Biasanya kuelingkao disajikan utuh tetapi disini sudah dipotong – potong seperti cincau hitam. walaupun rasa pahit yang menjadi ciri khas hidangan ini tidak terasa penyajiannya tetap dihidangkan bersama dengan secangkir madu sebagai sirup nya.

Sampai jumpa di petualangan lidah berikutnya

Regards, Plux

Related Posts:

Filed Under: JakartaTempat Makan

Tags:

RSSComments (2)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. sukabridge says:

    jahat i kok gak ngajak2..ayo ham kita todong si mas hehehhe buat traktir kita

  2. Jethro says:

    Plux, Great Article !!

    Kok gw kaga di ceritain diartikel ini sebagai temen yang ikut menemanin makan siang di Ta Huang :)

    Teman-teman boleh coba tuh makanan di restoran Ta Huang, tapi jangan lupa ajak gw ya hehe…

Leave a Reply