From Bangkok with Food
July 22, 2009 – 5:30 am | 7 Comments

Kali ini petualangan lidah sampai pada masakan Thailand yang terkenal dengan pedas dan kecut. Di pusat kota Bangkok, gampang sekali di jumpai rumah makan yang menawarkan aneka hidangan khas Thai, tapi di beberapa tempat yang …

Read the full story »
Resep Dapur

Koleksi resep masakan dan kue yang bisa di praktekkan di dapur anda

Tempat Belanja

Informasi tentang tempat belanja yang mungkin bisa dijadikan pilihan

Tempat Makan

Informasi tentang tempat makan dari yang sederhana sampai dengan bintang lima

Jakarta

Informasi tentang tempat makan di Jakarta

Tempat Nongkrong

Tempat nongkrong yang mungkin bisa di jadikan referensi

Home » Jakarta, Tempat Makan

Sari Boboko, Renyah di luar Sedap di dalam

Submitted by Plux on Monday, 1 December 2008No Comment

Masih di bilangan Gading Serpong, kali ini pengembaraan lidah sampai pada sebuah rumah makan Sunda. Terletak di areal yang menyatu dengan Mall SMS di tempat yang di beri nama Salsa.

Pada hari Sabtu malam suasana di sini cukup ramai dengan hiburan live music, entah di hari lainnya. Berderet rumah makan siap memanjakan lidah dengan aneka hidangannya, salah satu nya yang berada di pojok depan dengan nama Sari Boboko.

Sepiring emping blinjo menjadi pilihan camilan dikala menanti hidangan utama disajikan. Yah lumayan, cemilan yang bisa disantap dua orang aku lahap sendirian, entah kategori doyan apa rakus? Hehehe yang jelas emping nya berasa enak, renyah. Kalau gak ingat dengan asam urat aku masih sanggup melahap barang satu atau dua piring lagi hmmmmm.

Menu utama yang kami pilih kali ini adalah udang goreng kering dan ayam goreng plus ati ampela. Udang gorengnya benar benar kering dan tentu saja renyah hmmm… Meski di balur dengan tepung, udangnya benar benar kering dan renyah sementara ayamnya rasanya juga tak kalah enaknya.

Untuk sayurnya kami memilih tumis pucuk labu dan pete. Kembali kerenyahan berasa pada tumis pucuk labu. Terus terang baru kali ini aku menyantap sayur ini dan langsung suka, hmmm. Kalau pete jangan ditanya deh… mungkin banyak yang tidak suka dengan pete, tapi bagi yang suka, dicocol dengan sambal terasi rasanya nikmatttt sekali.

Entah karena lapar atau memang hidangan disini renyah, yang pasti dua porsi nasi putih membuat perut berasa sesak. Hmmm… sayang sekali kepiting telor yang aku inginkan tidak tersedia. Di rumah makan ini kepiting telornya termasuk yang bisa menggoyang lidah, gak percaya? Coba aja…

Sampai jumpa di petualangan lidah berikutnya…

Regards, Plux

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.